Sabtu, 09 September 2017

Fitnah dan Ghibah Saudara Kandung

Fitnah dan Ghibah Saudara Kandung

Dua sifat kakak beradik itu mempunyai efek dahsyat bagi pecinta kehidupan  yang rukun dan harmonis sesama anak adam.
Dari dosisnya, tentu efek Fitnah lebih besar dari ghibah.
Fitnah adalah menceritakan keburukan orang lain padahal faktanya tidak ada.
Sedangkan ghibah adalah menceritakan atau membuka aib orang lain
Allah mengancam keras pelakunya.
Dalam al-baqarah ayat 191, Allah mengabadikan bahwa
"Fitnah lebih kejam dari pembunuhan".
Lalu ditegaskan lagi dalam surat yang sama ayat 217 Allah berfirman
"Fitnah lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan.
Begitu pun ghibah,Allah juga sudah mengingatkan kita dalam firman-Nya.
"Janganlah sebagian kalian menggunjing/ mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kalian memakan daging saudaranya yang telah mati ? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S.Al Hujurat : 12)

Dua sifat itu punya efek yang sama yaitu merugikan orang lain,memecah kebersamaan dan Silaturahim, mencelakai orang lain dan menimbulkan kesengsaraan baik bagi pelaku maupun korbannya.
Lalu kenapa bisa tumbuh sifat itu dalam diri kita?
Tentu banyak faktornya.Tapi satu yang pasti, hati kita masih menyediakan ruang kosong untuk tumbuh suburnya sifat-sifat itu.
Lalu bagaimana mungkin ada orang yang mengaku baik tapi  menyikapi fitnah dengan menebar ghibah. Padahal kita tahu 2 sifat itu lahir dr perut yang sama, yakni iblis laknatullah yang menjadi musuh kita semua.
Seperti memadamkan api dengan menyiram bensin, it's impossible.
Rasulullah adalah teladan sejati kita.
Bagaimana dia setiap hari pergi ke sudut pasar, lalu dengan sabar menyuapi seorang pengemis Yahudi  buta yang setiap hari memfitnahnya, tanpa dia sadari bahwa orang yang dia fitnah sedang berada didepannya, menyuapinya dengan lembut sampai kenyang.
Kita semua tahu cerita akhirnya,sang Yahudi menjadi muslim justru disaat Rasul sudah tiada.
Padahal apa susahnya sih dia bilang "aku adalah Rasulullah, orang yang kau fitnah".
Karena ruang dihatinya sudah penuh dengan cinta kasih,sehingga tidak tersisa sedikitpun sifat sifat iblis bersarang didalamnya.
Lalu kalau bukan Rasul, akhlak siapa lagi yang kita teladani.

Mari aminkan Doa Dahsyat ini, bacaan terakhir sebelum salam dalam setiap sholat kita.
Bagi yang sudah hafal, teruslah istiqaamah membacanya.
Bagi yang belum,  mulai saat ini kita mari amalkan:

“Allahumma inni a’udzubika min adzabil qabrii, wa min ‘adzabi jahannam wamin fitnatil mahya wal mamat wamin syarri fitnatil masihid dajjal”

Yaa Allah ssesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka jahannam, fitnah kehidupan dan setelah kematian serta dari kejahatan fitnah Dajjal.(HR. Bukhari dan Muslim)

Aamiin.

Karena Fitnah Dan Ghibah lahir dari setan durjana, maka kita bisa pastikan bahwa fitnah ghibah adalah dua saudara kandung
Na'uudzu billah min dzaalik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar